HALBAR.Opsi – Anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), akhirnya 100 persen di cairkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar)
Anggaran Pilkada yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 itu, sebesar Rp. 44 miliar (44.080.700.000), dengan rincian anggaran. KPU sebesar Rp. 30 miliar (30.580.700.000), Bawaslu Rp. 9 miliar (9.000.000.00) dan anggaran pengamanan TNI-Polri sebesar Rp. 4,5 miliar (4.500.000.000).
“Anggaran Pilkada sudah dicairkan 100 persen, jadi tidak ada lagi masalah,”ungkap Sekkab Syahril Abduradjak, di ruang kerjanya, Selasa (01/9).
Mantan Kadis Keuangan Pemkab Halbar ini mengaku, laporan pencairan anggaran Pilkada 100 persen ini sudah disampaikan ke Kemendagri melalui Dirjen Keuangan Daerah, namun 100 persen ini baru KPU dan Bawaslu.
Sementara anggaran pengamanan TNI-Polri yang totalnya Rp. 4, 5 miliar, baru dicairkan Rp. 500 juta, sehingga anggaran pengamanan masih tersisa Rp. 4 miliar.
“Hitungan secara keseluruhan pencairan anggaran Pilkada sudah 100 persen, namun anggaran Pilkada sisa Rp. 4 miliar yang belum dicairkan,”katanya.
Syahril sendiri menyentil soal gaji 13 ASN Pemkab Halbar, menurutnya, keterlambatan pembayaran gaji 13 bukan disengaja, namun saat ini di dahulukan pencairan anggaran Pilkada, karena sudah mendesak dan telah diinstruksikan oleh Mendagri untuk segera dicairkan anggaran Pilkada.
“Jadi untuk gaji 13 ASN akan dibayar paling lambat akhir september,”pungkasnya. (tj0)





















