MABA, Opsinews.com – Dari 22 pasar yang dibangun di kabupaten Halmahera Timur (Haltim), hanya 4 Pasar yang beroperasi. 18 Pasar diantara berstatus mati suri alias tidak beroperasi. Hal itu disampaikan kepala bidang Perdagangan Disperindagkop Haltim, Lutfi Karim saat dikonfirmasi, Rabu (18/8) diruang kerjannya.
Lutfi menuturkan, sesuai data yang dimiliki Pemkab Halmahera timur saat ini, sebanyak 22 pasar yang dibangun baik melalui anggaran APBN maupun anggaran APBD Haltim namun hanya sedikit yang saat ini di fungsikan masyarakat. “Jadi kalu yang aktif itu hanya ada 4 pasar, yakni pasar Subaim, pasar Buli, Pasar Kota Maba dan Pasar Wasileo,” ujar Lutfi.
Untuk mengaktifkan pasar yang ada, kata dia, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya baik sosialiasi maupun pemberian kunci kepada para calon pedagang namun belum juga ada inistaif untuk menempati pasar yang ada.
“Semisalnya di Wayamli itu kuncinya sudah kami serahkan kepada pak kades agar segera di tempati oleh pedagang, tetapi sampai saat ini tidak kunjung ada aktifitas, begitu juga pasar pasar yang lain,” katanya.
Lutfi juga menambahkan, untuk pasar yang dibangun oleh pemerintah provinsi seperti yang ada di desa Momole Kecamatan Maba Selatan, sudah ada inisiatif para pedagang untuk memenpati bagunan itu, namun Pemerintah provinsi masih meminta waktu untuk dilakukan peresmian terlebih dahulu.
“Jadi sudah ada yang mau tempati kalu pasar di Maba Selatan itu, tapi dari Pemprov masih minta waktu peresmian sekaligus serah terima hibah bagunan,” imbuh dia.
Sementara itu, untuk pasar Joko Mobon Kota Maba yang berlokasi di desa Soagimalaha dirinya mengaku sudah tidak lama lagi akan di fungsikan karena para pedagang sudah mengambil kunci untuk menempati bangunan itu.
“Kita berharap semua pasar yang sudah di bangun itu bisa di fungsikan, tetapi lagi lagi itu tergantug dari pedagang apa mau di tempati apa tidak, kami prinsipnya tetap memberikan ruang karena sayang kalau bagunan yang ada dibiarkan kosong dan rusak,” pungkasnya.
Penulis : ris
Editor : Nano
















