TERNATE,Opsinews.com – Kasus kekerasan dan seksual pada anak di dominasi oleh Kabupaten Halmahera barat dan Kota Ternate.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Malut, Musyrifah Alhadar kepada Opsinews.com, Kamis (19/8).
“Sebanyak 53 kasus, yang paling dominan adalah kasus seksual dan terbanyak di Kota Ternate. Terus, disusul oleh Kabupaten Halmahera Barat,” ungkapnya.
Musyrifah menambahkan, itu berdasarkan data yang terlapor. Sedangkan yang tidak terlapor kita tidak mengetahui. Di harapkan kepada masyarakat, terutama perempuan dan anak yang mengalami tingkat kekerasan maka wajib untuk melaporkan kepada DP3A, agar ada antisipasi hukum yang diberi kepada korban dan juga ada efek jera bagi para pelaku.
“Kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku, korbannya rata-rata anak dibawa umur,” ucapnya.
Namun, upaya DP3A terus melakukan sosialisasi untuk upaya mencegah kasus tersebut. Bahkan, ada peran keluarga untuk dapat memberikan didikan dan pembinaan.
“Harapan kami, semoga kekerasan seksual secepatnya dapat dicegah, dengan adanya sosialisasi dan kerjasama oleh pihak keamanan kepolisian, biar ada efek jera buat masyarakat,”pungkasnya.
Penulis : Pales
Editor : Nano





















