OpsiNews – Banjir yang melanda Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada Rabu (07/01/2026) kemarin telah meninggalkan luka mendalam bagi warga yang terdampak. Salah satu korban asal Desa Gamlamo, Kecamatan Ibu, Nurjaiba Abas.
Ia menceritakan, detik-detik menegangkan saat air masuk ke rumahnya di tengah hujan deras.
Nurjaiba yang tinggal bersama keluarganya tak menyangka bahwa hujan kali ini akan merusak. Selama puluhan tahun tinggal di rumah tersebut, ia baru merasakan pertama kali banjir yang begitu parah.
“Kejadiannya itu awalnya hujan kecil, terus tiba-tiba besar. Saat itu kami sedang tidur, lalu ada orang lempar seng dengan maksud membangunkan kami karena terjadi banjir. Saat kami terkaget dari tidur, air sudah masuk ke semua ruangan. Tinggi air sampai di pinggang. Saat itu kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga,” kata Nurjaiba kepada Beritadetik.id di rumahnya di Desa Gamlamo. Rabu (14/01/2026).
Akibat banjir tersebut, rumah dan seluruh barang berharga ikut hilang, mulai dari peralatan rumah tangga, kasur, pakain, hingga surat-surat penting. “Ijazah, KTP, KK dan surat-surat penting hilang tak tahu di mana. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Bahkan kami lari hanya bawa pakaian di badan,” ujarnya.
Kini, Nurjaiba harus mengungsi sementara di rumah saudaranya, lantaran rumah mereka lenyap dihantam banjir. Sementara lokasi rumahnya dilakukan pembersihan sisa-sisa kotoran akibat banjir.
“Ini pertama kali setelah puluhan tahun kami tinggal di rumah ini mengalami banjir separah ini. Rasanya sungguh tidak menyangka,” kata dia.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Halbar dapat membantu warga yang terdampak untuk segera pulih dari bencana ini. “Harapan saya, pemerintah bisa membantu kami, terutama yang kehilangan banyak barang berharga,” harap Nurjaiba.
Merespon hak tersebut, Bupati Halbar, James Uang menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menginventarisir rumah rusak akibat banjir.
“Pertama kita melakukan investigasi, apakah rumah yang rusak itu kita bangun (rumah baru) di tempat seperti semula ataukah kita pakai konsep relokasi. Ada beberapa rumah yang tidak bisa dibangun lagi di tempat yang sama, contoh seperti di Desa Gamlamo dan beberapa desa lainnya. Jadi, kita sudah sampaikan ke Kades Gamlamo bahwa lahan desa mereka kan ada, nanti kita konsepkan relokasi beberapa rumah warga yang rusak berat,” tandas mantan anggota DPRD 4 periode itu.**





















