Menu

Mode Gelap
Semarak FTJ 2023, BPKD Halbar Gelar Lomba Dayung Wakil Bupati Menyerahkan Uang Saku JCH Halbar Wakil Bupati Resmi Melepaskan 72 CJH Halbar Pekan Ini 72 Cjh Halbar di Berangkatkan Pemda Halbar MoU dengan BSSN. Sekda : Ini Upaya Transformasi Digital

Politik · 10 Apr 2026 09:39 WIB ·

Masyarakat Mengeluh, Direktur RS Dibela: Bupati di Pihak Mana?


 Dasril Hi Usman anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat Perbesar

Dasril Hi Usman anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat

OpsiNews – Sidak yang dilakukan Bupati Halmahera Barat, Maluku Utara di RSUD Jailolo patut diduga hanya menjadi ajang pencitraan. Narasi yang dibangun justru memberi kesan bahwa fakta di lapangan sedang “dipoles” agar terlihat baik-baik saja.

Pernyataan bupati bahwa kelangkaan obat hanya terjadi “di waktu tertentu” jelas bertolak belakang dengan realitas. Faktanya, tidak sedikit masyarakat yang terpaksa membeli obat di luar rumah sakit. Ini bukan kejadian insidental, melainkan persoalan yang berlangsung terus-menerus.

Dasril bilang, kedatangan bupati yang didampingi pimpinan DPRD mengindikasikan perlindungan terhadap direktur RSUD.

“Tidak terlihat adanya kritik terbuka maupun langkah korektif yang jelas. Yang muncul justru narasi bahwa pelayanan “sudah bagus”, di tengah keluhan yang masif dari masyarakat,” kata Dasril anggota DPRD Kabupaten Halmahera dari fraksi PAN ini. Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, lebih jauh, ada kesan kuat bahwa Direktur RSUD diperlakukan secara istimewa, seolah-olah tidak tersentuh evaluasi. Padahal dalam situasi genting seperti ini, yang dibutuhkan adalah ketegasan seorang pemimpin, bukan perlindungan.

Disinggung soal anggaran, dasril bilang.
Anggaran rumah sakit sebenarnya cukup besar. Masalahnya bukan pada ketersediaan anggaran, tetapi pada manajemen pengelolaan yang tidak benar.

Sebagai BLUD, sambung Dasril rumah sakit tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Ada pengelolaan keuangan mandiri dari pendapatan layanan, seperti BPJS dan pasien umum, dan pendapatan non operasional. Tercatat tahun 2025 pendapatan BLUD sebesar 22 Milliar. yang seharusnya bisa digunakan untuk operasional dan pengadaan barang dan jasa.

“Semisal belanja obat namun tidak dilakukan. Direktur justru dinilai berkepentingan agar pendapatan BLUD dimaksimalkan untuk keperluan rutin dan belanja lain-lain. Sehingga kelangkaan obat terus terjadi,” tegasnya.

Karena itu, jika disebut rumah sakit tidak memiliki anggaran, pernyataan tersebut berpotensi menyesatkan publik.**

Artikel ini telah dibaca 142 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Halbar Sakit: Retorika Tinggi, Tindakan NOL

9 April 2026 - 08:05 WIB

Pansus RSUD Jailolo Belum Bersikap, Diandra Tunggu Rapat Bersama Ketua Partai

8 April 2026 - 10:40 WIB

Pembentukan Pansus Rumah Sakit, Ketua DPRD Halmahera Barat Buka Suara

8 April 2026 - 05:50 WIB

Setuju Pansus BLUD RS di Atas Kertas, Mandek di Tindakan

8 April 2026 - 00:00 WIB

Manajerial BLUD RSUD Jailolo Amburadul, Fraksi Demokrat Konsisten Bentuk Pansus

7 April 2026 - 11:02 WIB

Rakyat Menderita, Pansus Dihambat: Ada Apa di Balik Kisruh DPRD Halbar?

7 April 2026 - 07:14 WIB

Trending di Politik