Menu

Mode Gelap
Semarak FTJ 2023, BPKD Halbar Gelar Lomba Dayung Wakil Bupati Menyerahkan Uang Saku JCH Halbar Wakil Bupati Resmi Melepaskan 72 CJH Halbar Pekan Ini 72 Cjh Halbar di Berangkatkan Pemda Halbar MoU dengan BSSN. Sekda : Ini Upaya Transformasi Digital

Pemerintahan · 15 Okt 2021 15:35 WIB ·

Dasril: Pemda Halbar Tidak Bisa Berpikir & Krisis Integritas


 Dasril: Pemda Halbar Tidak Bisa Berpikir & Krisis Integritas Perbesar

JAILOLO. Opsinews.com – Sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat menghibahkan lahan kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, guna untuk pembangunan kantor UPTD Dinas Pendidikan, menuai reaksi dari Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Dasril Hi. Usman.

Dikutip dari media online Pena Malut, Kamis (14/10/2021), Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Halmahera Barat, Mispan Do Lutfi menyebutkan, lahan yang dihibahkan, seluas 3760 meter persegi dengan harga sebesar Rp.543.061.952.

Menanggapi hal tersebut, Dasril Hi. Usman  kepada Opsinews.com Kamis (14/10) mengatakan, oknum pemerintah daerah, bukan hanya tidak bisa berpikir, tapi juga mengalami krisis integritas.

“Bukankah, lahan atau tanah milik pemerintahan daerah masih sangat tersedia? Bahkan masih cukup untuk menampung banyak pembangunan kantor pemerintahan. Lantas, apa yang menjadi urgensi pemerintah daerah sehingga menggelontorkan anggaran sebanyak Rp. 543.061.952 hanya untuk membeli sebidang tanah berukuran 25×15 (3760 m2)?” tanya Dasril.

Ketua Partai Amanat Nasional Halmahera Barat ini kembali menegaskan, bahwa jelas yang dilakukan ini tidak rasional. Hal ini, tidak hanya disebut pemborosan, tapi juga pembodohan.

“Lahan yang dibeli pemda, pun tidak strategis, karena berlokasi tepat di belakang pekarangan rumah penduduk. Sudah begitu, malah jauh pula dari hitungan nilai jual obyek pajak (NJOP). Bahkan parahnya lagi, langkah yang diambil Pemda untuk membeli lahan tersebut, tanpa sepengetahuan DPRD. Jadi ini sangat fatal namanya” tegasnya.

Dasril bilang, dirinya menaruh curiga, adanya indikasi persengkongkolan antar oknum pejabat dalam pembelian lahan ini.

“Secara tegas, saya minta kepada Bupati, agar mendorong serta memberi semangat moril kepada BPK. Hal ini dimaksudkan, agar BPK dapat bekerja secara maksimal” tutup, alumnus Magister Kebijakan Publik Universitas Nasional Jakarta.

 

 

 

Penulis : Tim

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bantah Tudingan Rizaldi, Kapolres Halbar Harus Profesional & Mempertimbangkan

13 Maret 2026 - 14:08 WIB

Kolaborasi, Bapenda & Pers Halbar Gelar Buka Bersama

13 Maret 2026 - 10:18 WIB

Halbar Religius.! Pemda Halbar Membagikan 300 Paket Sembako

9 Maret 2026 - 15:00 WIB

Bertempat di 3 Lokasi, GOW Halbar Melakukan Pembagian Takjil

9 Maret 2026 - 14:50 WIB

DPRD Halmahera Barat Gelar Paripurna Hari Jadi Halbar ke-23 Tahun

4 Maret 2026 - 11:50 WIB

Abaikan Aturan, Masyarakat Desa Moiso Ancam Boikot Kantor Desa

4 Maret 2026 - 04:47 WIB

Trending di Pemerintahan