OpsiNews – Masyarakat Desa Adu Kecamatan Ibu Selatan, Halmahera Barat, meluapkan jeritan hatinya saat menghadiri Reses Anggota DPRD, Riswan Hi Kadam, di Kantor Desa Adu, Kamis (20/08/2026)
Dihadapan wakil rakyat, Camat Ibu Selatan dan kepala desa, warga menyampaikan kepedihan hidup yang mereka pikul bertahun-tahun akibat krisis air bersih dan ketiadaan akses jalan tani.
Penderitaan ini nyata dirasakan 336 Kepala Keluarga (KK) dari 778 jiwa di Desa Adu. Setiap hari, warga harus mengorbankan waktu produktif hanya untuk mengantri air bersih.
Dari fajar menyingsing hingga terbenam, terlihat antrean panjang galon-galon plastik menanti tetesan air. Ironisnya, setelah mengantre seharian penuh, air yang dibawa pulang tetap tidak mampu mencukupi kebutuhan dasar keluarga.
Selain air bersih, urat nadi perekonomian warga yang mayoritas petani juga lumpuh.
Belum adanya pembangunan jalan tani membuat akses ke perkebunan menjadi medan perjuangan yang berat. Ketika panen tiba, hasil keringat 778 jiwa di desa ini tergerus oleh mahalnya biaya transportasi.
Keuntungan yang seharusnya bisa menyekolahkan anak-anak mereka, habis dipakai hanya untuk biaya angkut.
Mendengar jeritan hati konstituennya ini, Anggota Fraksi PKB DPRD Halbar, Riswan Hi. Kadam, menegaskan sikapnya secara emosional dan penuh tanggung jawab.
Ia berjanji tidak akan tinggal diam melihat penderitaan warga Desa Adu.
” Selaku wakil rakyat yang telah Bapak dan Ibu pilih, saya berkomitmen penuh akan memperjuangkan dan terus menyuarakan aspirasi ini kepada pemerintah daerah,” tegas Riswan di hadapan warga.
Riswan mengatakan, pemenuhan air bersih dan jalan tani di Desa Adu bukan lagi sekadar usulan, melainkan kebutuhan darurat kemanusiaan yang harus dijawab Pemda Halmahera Barat melalui kepekaan sosial dan alokasi anggaran nyata.
” Warga berharap ada sentuhan rehabilitasi jaringan air bersih dan pembangunan jalan tani agar 336 KK di desa tersebut bisa hidup layak dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.**





















