OpsiNews – Rumah korban kebakaran di dusun Sungaira Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara yang terjadi pada Sabtu 11 April 2026 lalu belum adanya tanda -tanda.
Sebelumnya, Pemerintah setempat pernah berjanji bakal melakukan upaya untuk dapat membantu. Tetapi sanpai saat ini tifak ada progres.
Marlina korban rumah terbakar kepada media ini Selasa 05 Mei 2026 mengaku bahwa, bantuan yang di berikan Pemda melalui BPBD diantaranya, 3 Sak beras, 1 dos Supermi, Selimut, Handuk, Bedak, Terpal, Argo dan lainnya.
Sementara, lanjut Marlina untuk keperluan bantuan bahan bangunan rumah, uang tunai terkait kebutuhan semua kebutuhan sudah terbakar.
”Jadi, kondisi saat ini saya harus menghidupkan ketiga anak saya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Apalagi saya juga sangat membutuhkan perhatian dan biaya untuk melanjutkan hidup walaupun saya harus menyeberang ke pulau sebelah (Pulau Obi) untuk mencari kekurangan,” ungkapnya.
”Saya juga ke Obi karena torang so trada rumah, abis mau harap pa sapa lagi, kalau tra ambil langka ke Obi untuk kerja di perusahan. Langka yang saya ambil ke perusahan ketika menilai pihak Pemda melalui BPBD lambat dalam mengambil kebijakan,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan, sejak kebakaran rumah, yang tiba saat itu pemadam kebakaran dan waktu itu rumah sudah ludes rata dengan tanah.
“Kurang lebih 2 Minggu baru datang dari BPBD untuk menyerahkan bantuan. saat penyerahan bantuan, saya tanya ke BPBD rumah saya sudah terbakar semua apakah ada bantuan dari pemerintah, mereka menjawab nanti di upayakan, kami berempat masih numpang di tetangga,” keluhnya.
Sementara, kepala desa Wayamiga Kader Samuel ketika di konfirmasi terkait hal tersebut menyampaikan, bahwa sejauh ini yang di berikan bantuan oleh Pemda melalui BPBD itu sembako.
“Untuk kebutuhan berupa tempat tinggal atau kerugian dalam musibah itu kami dari pemerintah desa sudah berkordinasi dengan BPBD dan sudah menyampaikan rincian kerugian yang di alami warganya,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, rincian itu kami dari desa sudah sampaikan di kantor BPBD baik secara lisan maupun tulisan ke kepala Bidang bencana dan selanjutnya nanti pihak BPBD tindaklanjuti seperti apa.
”Sementara pihak BPBD saat memberi sembako menyampaikan bahwa terkait kerugian berupa kebutuhan rumah nanti di upayakan. semua butuh proses dan mekanisme,” imbuhnya.**

















