Menu

Mode Gelap
Semarak FTJ 2023, BPKD Halbar Gelar Lomba Dayung Wakil Bupati Menyerahkan Uang Saku JCH Halbar Wakil Bupati Resmi Melepaskan 72 CJH Halbar Pekan Ini 72 Cjh Halbar di Berangkatkan Pemda Halbar MoU dengan BSSN. Sekda : Ini Upaya Transformasi Digital

Politik · 21 Des 2020 12:41 WIB ·

Dinilai Adanya Kecurangan Pemilu, Bawaslu Halbar Di Demo AMPD


 Dinilai Adanya Kecurangan Pemilu, Bawaslu Halbar Di Demo AMPD Perbesar

HALBAR.Opsinews – Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi mendesak Bawaslu Halbar agar secepatnya menangani pelanggaran Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Tahun 2020.

Kordinator aksi Sahrir Jasmin dalam orasinya menyampaikan, bahwa aliansi masyarakat peduli demokrasi menuntut adanya transparansi Bawaslu Halbar dalam proses setiap dugaan pelanggaran Pilkada Halbar 2020, baik yang menjadi temuan Bawaslu maupun yang dilaporkan.

“Kami mendesak pihak Bawaslu Halbar agar mengklarifikasi informasi berupa foto, video dan berita yang dikaitkan dengan politik uang Paslon tertentu dan menindaklanjuti tuduhan terhadap Komisioner Bawaslu Halbar Aknosius Datang ke Pihak Kepolisian,”ungkap, Sahrir, Senin(21/12).

“Kami minta agar Bawaslu memperbaiki sistem pelayanan komunikasi terkait mekanisme pelaporan yang terbuka dan tidak kaku, serta mengedepankan independent, profesional dan nilai-nilai demokrasi dalam menangani setiap laporan masyarakat,”ungkap.

Sahrir menegaskan, Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, masa aksi akan melakukan aksi kembali ke Bawaslu Provinsi, Bawaslu RI dan DKPP, agar segera mencopot seluruh komisioner Bawaslu Halbar.

Sementara itu, salah satu Orator aksi Ardi dalam orasinya, mempertanyakan kinerja Bawaslu, yakni melakukan pencegahan pelanggaran pemilukada dan pencegahan sengketa proses pemilukada sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Karena dalam Proses penyelenggaraan Pilkada di Halbar dipenuhi dengan segala macam informasi buruk yang beredar di masyarakat.

“Diantaranya, informasi tentang adanya kecurangan pemilu, keberpihakan Bawaslu terhadap Paslon tertentu, intimidasi, kekerasan simbolik, sampai pada ancam- mengancam yang melibatkan antar pendukung pasangan calon,”ujarnya.

“Semua informasi yang dapat mematikan nilai demokrasi di Halbar ini disebabkan institusi Bawaslu sebagai pengawas pemilu, tidak mampu meluruskan informasi yang dapat mengancam solidaritas masyarakat Halbar,”kata Ardi.(red)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Masyarakat Mengeluh, Direktur RS Dibela: Bupati di Pihak Mana?

10 April 2026 - 09:39 WIB

Halbar Sakit: Retorika Tinggi, Tindakan NOL

9 April 2026 - 08:05 WIB

Pansus RSUD Jailolo Belum Bersikap, Diandra Tunggu Rapat Bersama Ketua Partai

8 April 2026 - 10:40 WIB

Pembentukan Pansus Rumah Sakit, Ketua DPRD Halmahera Barat Buka Suara

8 April 2026 - 05:50 WIB

Setuju Pansus BLUD RS di Atas Kertas, Mandek di Tindakan

8 April 2026 - 00:00 WIB

Manajerial BLUD RSUD Jailolo Amburadul, Fraksi Demokrat Konsisten Bentuk Pansus

7 April 2026 - 11:02 WIB

Trending di Politik