MABA, Opsinews.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Provinsi Maluku Utara, masih sangat tinggi membutuhkan tenaga kerja guru, hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Haltim, Beny Suratman, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin ( 28/6).
Beny mengaku, jika kebutuhan guru di Halmahera timur masih sangat tinggi. Kelangkaan tenaga pengajar tersebut terjadi di beberapa kecamatan terutama Kecamatan Wasile Utara dan Maba Utara.
“Untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru, Pemerintah daerah sedang mengupayakan melakukan rekrutmen tenaga honorer untuk memenuhi kebutuhan guru. Kalau ada kebijakan akan ada rekrutmen honor, tentu ini menjadi angin segar untuk memenuhi kebutuhan guru kita,” jelasnya.
Kata dia, sesuai dengan data yang ada tenaga guru honor yang ada saat ini tercatat sebanyak 700 lebih, namun sebagaimana kebutuhan yang ada saat ini tentu butuh adanya penambahan tenaga honor, mengingat jumlah minimum kebutuhan harus diatas 1000. “Tetapi kan bisa diketahui kondisi keuangan kita saat ini, sehingga muda mudahan bisa bertahap kedepanya,” ujar Beny.
Lanjutnya, selain rekrutmen tenaga guru honor, Pemerintah daerah juga sangat merespon kebijakan Pemerintah Pusat terkait pengangkatan tenaga PPPK yang dialokasikan tahun ini untuk Haltim sebanyak 500 lebih.
“Kita berharap dengan kebijakan ini kedepan kebutuhan guru kita bisa terpenuhi, khusunya di Kecamatan Kecamatan yang masih butuh guru seperti Maba Utara, dan Wasile Utara,” katanya.
Selaian kebutuhan guru, Pemerintah daerah juga dalam meminimalisir anak putus sekolah di Haltim, tahun ini telah di buka sebayak 3 sekolah baru yakni di SMP 13 Sil, SMP Lakoda dan SMP SP 5 Maba Utara.
“Nah, untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru, saya sudah kordinasikan dengan pak Sekda, untuk Tenaga pengajarnya agar diusulkan untuk diangkat menjadi tenaga honorer Daerah,” ungkapnya.
Penulis : Ris
Editor : Nano





















