Menu

Mode Gelap
Semarak FTJ 2023, BPKD Halbar Gelar Lomba Dayung Wakil Bupati Menyerahkan Uang Saku JCH Halbar Wakil Bupati Resmi Melepaskan 72 CJH Halbar Pekan Ini 72 Cjh Halbar di Berangkatkan Pemda Halbar MoU dengan BSSN. Sekda : Ini Upaya Transformasi Digital

Pemerintahan · 18 Mei 2026 06:14 WIB ·

Langkah Preventif, Dinas Kesehatan Bersama Yonif 732/Banau Melakukan Surveilans Migrasi, Screening Malaria & CKG


 Beberapa narasumber memberikan edukasi tentang pentingnya Surveilans Migrasi dan Screening Malaria. Perbesar

Beberapa narasumber memberikan edukasi tentang pentingnya Surveilans Migrasi dan Screening Malaria.

OpsiNews – Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara bersama Yonif 732/Banau melaksanakan kegiatan Surveilans Migrasi, Screening Malaria & Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Prajurit Mako Yonif 732/Banau Desa Porniti Kecamatan Jailolo ini turut dihadiri Kepala Seksi Penyakit Menular Dinkes Pemerintah provinsi Maluku utara, Ibu Hesty. Kadis Kesehatan Pemda Halbar, Novel Heins Sakalati, M.M, Kes, Dokter Batalyon 732/Banau , Lettu Ckm Delfis (Dantokes), Kabid Kesehatan Pemda Halbar Ismail Buamona, Para Staf medis Puskesmas Kota Jailolo dan Para anggota prajurit serta Ibu-ibu persit 732/Banau dengan jumlah keseluruhan ±100 Orang.

Danton Kes 732/Banau, Lettu Ckm Delfis dalam sambutannya Senin (18/5/2026) mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan pedoman Pencegahan dan Penanganan Malaria bagi anggota yang baru Kembali dari Penugasan di Papua.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini kemungkinan infeksi malaria, mengingat Papua merupakan daerah endemis penyakit tersebut,” ujar Lettu Ckm Delfis.

Ia juga menjelaskan, harus melaksanakan Skrining kesehatan malaria bagi setiap anggota yang baru menyelesaikan penugasan di wilayah Papua dan wajib menjalani pemeriksaan (Skrining) malaria.

“Supaya tindakan pengobatan diberikan sesuai dengan hasil diagnosis medis. Jenis terapi disesuaikan dengan kategori kasus malaria yang ditemukan, baik ringan, sedang, maupun berat, serta mempertimbangkan jenis parasit penyebab, misalnya Plasmodium falciparum atau Plasmodium vivax. tegasnya.

Terlihat proses pemeriksaan kesehatan yang di lakukan tim kesehatan untuk para anggota (foto: istimewa)

 

Bukan hanya itu, Ia juga menegaskan bila ada anggota yang terkonfirmasi positif malaria maka wajib diistirahatkan dari seluruh kegiatan fisik hingga kondisi kesehatan dapat kembali pulih sepenuhnya.

“Jadi, langkah ini penting untuk mendukung proses penyembuhan, mencegah komplikasi, serta menjaga stamina tubuh agar tidak semakin menurun,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Seksi Penyakit Menular Dinkes Provinsi Maluku Utara, Ibu Hesty mengatakan bahwa, kegiatan pencegahan dan penanggulangan malaria serta cek kesehatan gratis di Kabupaten Halmahera Barat ini merupakan bagian dari strategi penting dalam menjaga status bebas malaria.

“Mengingat status ini telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sejak tahun 2023, sehingga perlu dipertahankan melalui kerja surveilans migrasi, seperti pemantauan pergerakan penduduk yang berpotensi membawa risiko penularan penyakit,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan strategi pencegahan Meliputi edukasi masyarakat, seperti pemeriksaan dini dan distribusi kelambu berinsektisida. Cek kesehatan gratis guna untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di daerah rawan, dan Surveilans migrasi meliputi Pemantauan mobilitas penduduk untuk mencegah masuknya kasus malaria dari luar wilayah.

“Bahkan kalau boleh, status bebas malaria meliputi Sebuah pencapaian yang harus dijaga dengan konsistensi program kesehatan masyarakat. Mengingat kegiatan ini bukan hanya sekadar pemeriksaan kesehatan, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan Halbar tetap bebas malaria. Dengan adanya surveilans migrasi, potensi masuknya kasus dari luar bisa segera terdeteksi dan ditangani,” ungkap Hesti.

Pada sisi lain, kepala dinas Kesehatan Halbar, Novelheins Sakalaty menyampaikan bahwa Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi prioritas baik global maupun nasional

“Hal ini saya sampaikan, mengingat tercantum dalam RPJMN (2025-2029) dan RENSTRA Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Adapun daerah yang sudah masuk eliminasi malaria, sambung Novel atau tahap pemeliharaan harus terus memelihara survailance untuk mencegah munculnya kembali kasus lokal (indigenous).

“Jadi survailance migrasi adalah pengamatan yang terus menerus terhadap penduduk dengan riwayat perjalanan atau sedang melakukan perjalanan baik yang bersifat sementara atau menetap. Sedangkan untuk Kabupaten Halmahera Barat sendiri merupakan salah satu kabupaten yang telah eliminasi malaria,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, bahwa setelah pembukaan kegiatan pagi ini dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan seluruh anggota Batalyon 732/Banau terkhusus bagi anggota yang baru pulang penugasan dari Papua.**

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Buruknya Pengelolaan Anggaran Dan Kebijakan Keuangan RSUD Jailolo Mulai Terungkap

18 Mei 2026 - 12:50 WIB

Sering Terjadi, Kali Ini 3 Mesin Speed Boat Milik Puskesmas Saketa Dicuri

17 Mei 2026 - 23:45 WIB

SIDAK.! Pansus DPRD Halmahera Barat Temukan Sejumlah Masalah di RSUD Jailolo

13 Mei 2026 - 09:47 WIB

Tim SAR Brimob Polda Maluku Utara Melakukan Evakuasi Pendaki Gunung Dukono

9 Mei 2026 - 02:36 WIB

Terapkan Aplikasi Baru, BKAD Halbar Gelar Bimbingan Teknis

7 Mei 2026 - 05:50 WIB

RDP Pansus: Kepemimpinan dan Dosa RSUD Jailolo Mulai Terungkap

5 Mei 2026 - 18:26 WIB

Trending di Pemerintahan