TERNATE, Opsinews.com – Salah seorang nelayan warga Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara, atas nama Zulham (37 tahun) dikabarkan tenggelam dan hilang di perairan tepat di depan Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate sejak pagi tadi hingga saat ini, dan belum ditemukan oleh tim basarnas serta Polsek selatan dan Polairud, Kamis (15/7).
Berdasarkan keterangan teman korban, Rahman kepada Opsinews.com saat ditemui di Polsek Selatan mengatakan dirinya bersama Zulham alias korban yang bepergian memancing sejak kemarin sore.
Rahman menjelaskan peristiwa bahwa, keduanya pergi memancing menggunakan perahu ketinting dengan tujuan lokasi memancing di rompong (Bagan) yang ada di perairan Kelurahan Jambula. Kemudian keduanya menghampiri rompong dan Rahman kemudian mengikat tali perahunya di rompong.
Sekitar pukul 07.00 WIT, Rahman kaget melihat tali ikatan terlepas dan perahunya hanyut dibawa arus.
“Si korban ini kemudian nekat melompat ke laut untuk menggapai perahunya yang terbawa arus, namun pada posisi itu dia juga terbawa arus dan hilang. Sementara saya di rompong tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak tahu berenang dan hanya bisa teriak minta tolong,” jelas Rahman.
Saya terus berteriak, lanjut Rahman, minta tolong dengan memegang kaus dan mengibarkan seperti bendera agar ada yang melihat, namun ada perahu yang melewati dan sepertinya tidak mendengar suar saya.
“Beberapa kali saya minta tolong dan Alhamdulillah ada satu perahu yang melihat saya di rompong dan dia membawa saya pulang ke fitu,” ujarnya.
Saat ditanya siapa yang melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan Basarnas ?
Ia menjawab kebutulan ada pak RW jadi kemungkinan pak RW yang langsung menelpon pihak polisi.
“Kabar hilangnya Zulham disampaikan ke istri korban atas laporan itu, hingga siang tim Basarnas langsung melakukan pencarian terhadap korban hilang akibat tenggelam,” tuturnya.
Peristiwa itu pun langsung direspon cepat tim Rescue Kansar Ternate yang dibantu Polsek Ternate Selatan serta keluarga korban dan masyarakat untuk melakukan pencarian.
Selain itu, kapolsek Ternate Selatan, Ipda Suherman menambahkan keberadaan teman si korban nelayan di Polsek adalah bentuk pegamanan.
“Kami membawa ke Polsek sebagai bentuk mengamankan tidak ada maksud lain,” tutup Kapolsek.
Penulis : Pales
Editor : Nano





















