OpsiNews – Dosa (Utang) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo, Kabupaten Halmahera, Barat Maluku Utara tahun 2023-2024 mencapai puluhan miliyar.
Tunggakan ini dibawah kepemimpinan dr. Novimaryana Drakel dan tercatat pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Daerah (BPK) Perwakilan Maluku Utara dengan nomor: 15.A/LHP/XIX.TER/05/2025.
Padahal, hasil investigasi di lapangan RSUD Jailolo mengalami surplus keuangan dalam pengelolaan BLUD. Itu artinya, pengelolaan (Manajerial) keuangan oleh direktur RSUD Jailolo baik-baik saja. Tetapi, justru yang terjadi malah kelangkaan obat-obatan, pembengkakan utang serta ketidaktransparanan pengelolaan keuangan.
Parahnya lagi, pembengkakan utang kali ini terbilang sangat dahsyat dan sangat besar. Adapun besaran, inilah rincian rekapan utang RSUD Jailolo per 31 Desember 2023 dan 2024 sebagai berikut:
1. Rekap Saldo Utang Beban Barang dan Jasa tahun 2023 sebesar Rp. 11.234.108.373. Untuk tahun 2024 sebesar Rp. 100.000.000.
2. Sementara, Rekap Saldo Utang Pengadaan Aset Tetap Per 31 Desember 2023 dan 2024 sebesar Rp. 6.802.899.673 untuk tahun 2023. Dan untuk tahun 2024 sebesar Rp. 992.599.000.
Jadi total utang RSUD Jailolo menjadi sebanyak Rp. 17. 484.557.656 atau terbilang Tujuh Belas Miliyar Empat Ratus Delapan Puluh Empat Juta Lima Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Enam Ratus Lima Puluh Enam Rupiah.
Sementara, Direktur RSUD Jailolo dr. Novimaryana Drakel saat dikonfirmasi melalui via handphone Selasa (21/4/2026) tidak dapat dihubungi hingga rilis ini di gubris.**

















