TERNATE, Opsinews.com – Meskipun sudah berulang kali ditemukan dan mendapatkan teguran, tetapi masih banyak remaja yang berpacaran sampai larut malam di lingkungan Pantai Daulasi Kelurahan Tafure Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternat, Provinsi Maluku Utara.
Anjas salah satu warga sekitar yang melakukan aktifitas dimalam hari (Mancing/Mangael) di pantai daulasi saat di temui Opsinews.com, Kamis (29/7) menyatakan, saya sering kali melakukan mancing saat pukul 22.00 Wit malam dan banyak pasangan remaja yang sering saya temukan mereka berpacaran di lingkungan pantai sampai larut malam.
“Para remaja yang berpacaran kemungkinan mereka nyaman di lingkungan tersebut sampai larut pun masih tetap mereka tidak pergi,” ucap Anjas.
Dia pun menuturkan, sudah berulang kali ditemukan oleh pihak kepolisian yang saat melakukan patroli malam, dan banyak pasangan kekasih yang masih sering duduk hingga larut malam, bahkan sebagian ada yang sampai pagi.
“Mereka seringkali dibubarkan oleh petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli ataupun razia malam. Dan sebagaian besar yang bergegas bukan warga kelurahan terdekat,” ujarnya.
Terpisah, M. Rizal Bombay Lurah Kelurahan Tafure mengakui bahwa, di lingkungan Pantai Daulasi benar sudah berulang kali ditemukan pasangan remaja yang berpacaran sampai larut malam. Namun, itu sudah cukup lama dan setelah itu kami Pemerintah Kelurahan bersama Babinsa dan Babinkhmbtimas terus intens melakukan patroli dan membubarkan.
“Setelah kami lakukan patroli bersama Kamtibhas, lingkungan kelurahan kami terasa aman dan kondusif. Karena anak-anak kami disini biasanya merek nongkrong di lingkungan pantai, namun tidak sampai larut malam dan langsung mereka kembali ke rumah,” jelas, Rizal.
Rizal juga mengatakan bahwa, penerapan PPKM sampai pada level 4 ini adalah tindak keterbatasan waktu beraktivitas malam dan dibatasi sampai pada jam 10 malam. Dan tidak ada anak muda lagi yang berkeliaran, olehnya itu yang ditemukan pasangan kekasih remaja di lingkungan pantai daulasi itu bukan warga kelurahan tafure.
“Anak-anak kami disini semua saya kenal dan mengetahui. Apalagi sampai melakukan hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan pantai, bahkan ditemukan oleh pihak kepolisian yang berpatroli malam dan sekali lagi yang jelas itu bukan warga kelurahan saya,” tegasnya.
Selain itu dirinya mempertegas bahwa yang terjadi dilingkungan tersebut bukan warga Tafure. Karena saat ditanya pihak kepolisian ternyata mereka dari kelurahan lain.
“Diharapkan kepada masyarakat Kelurahan tafure khususnya anak muda maupun remaja agar berhati-hatilah sehingga kita sama-sama menjaga nama baik kelurahan kita,” harapnya.
Penulis : Pales
Editor : Nano


















