MABA, Opsinews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera timur, Provinsi Maluku Utara, kembali menemukan sejumlah infrastruktur baik pendidikan maupun kesehatan, yang lahannya masih menjadi tarik menarik oleh masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil hearing DPRD dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DPLH) Haltim, yang bertempat diruang komisi I Sekretariat DPRD Haltim, Selasa (3/8). Dimana dalam rapat tersebut DPRD mempertegas ke DPLH untuk kembali melihat status lahan-lahan tersebut, guna mencari solusi penyelesainnya seperti apa.
Kepala DPLH Haltim, Harjon Gafur mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat, infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang saat ini menjadi polemik kepemilikan lahan, yakni SD Waya Kecamatan Wasile Utara, SD Dusun Watan Maba Tengajih dan SD Desa Pintatu Wasile Selatan, serta rumah guru yang berada di Desa Tewil Kota Maba. sementara infrastrukur kesehatan ada di Puskesmas Desa Labi-Labi Wasile Utara.
“Jadi mau bilang sengketa atau bukan, kami pun belum bisa memastikan karena belum menelah secara khusus. Sehingga pada intinya harus mempertegas kepemilikan lahan tersebut,” katanya.
Harjon bilang, berdasarkan informasi yang diterima, DPLH akan kembali meninjau dilapangan, untuk mencari jalan keluarnya seperti apa.
Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Haltim, Beny Sutarman merasa binggung dengan status lahan. Sebab, bangunan sekolah sudah dibanguan jauh hari, sehingga ketika dimekar ke kabupaten maka pemerintah hanya menerima aset tersebut, dan tidak mengetahui hal-hal terkait dengan persoalan lahan.
“Saya juga bingung, karena lahan itu diberikan oleh orang-orang dulu. Nah, sekarang anak cucu menuntut kembali. Sementara bangunan yang dibangun itu sebelum pemekaran Haltim,” tandasnya. Seraya menambahkan, saat ini menunggu hasil dari tindaklanjut oleh DPLH dalam penyelesaian lahan tersebut.
Penulis : Ris
Editor : Nano





















