Menu

Mode Gelap
Semarak FTJ 2023, BPKD Halbar Gelar Lomba Dayung Wakil Bupati Menyerahkan Uang Saku JCH Halbar Wakil Bupati Resmi Melepaskan 72 CJH Halbar Pekan Ini 72 Cjh Halbar di Berangkatkan Pemda Halbar MoU dengan BSSN. Sekda : Ini Upaya Transformasi Digital

Pemerintahan · 3 Agu 2021 13:27 WIB ·

Sejumlah “Lahan” Infrastruktur Pendidikan & Kesehatan Jadi Polemik Masyarakat


 Sejumlah “Lahan” Infrastruktur Pendidikan & Kesehatan Jadi Polemik Masyarakat Perbesar

MABA, Opsinews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera timur, Provinsi Maluku Utara, kembali menemukan sejumlah infrastruktur baik pendidikan maupun kesehatan, yang lahannya masih menjadi tarik menarik oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil hearing DPRD dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DPLH) Haltim, yang bertempat diruang komisi I Sekretariat DPRD Haltim, Selasa (3/8). Dimana dalam rapat tersebut DPRD mempertegas ke DPLH untuk kembali melihat status lahan-lahan tersebut, guna mencari solusi penyelesainnya seperti apa.

Kepala DPLH Haltim, Harjon Gafur mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat, infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang saat ini menjadi polemik kepemilikan lahan, yakni SD Waya Kecamatan Wasile Utara, SD Dusun Watan Maba Tengajih dan SD Desa Pintatu Wasile Selatan, serta rumah guru yang berada di Desa Tewil Kota Maba. sementara infrastrukur kesehatan ada di Puskesmas Desa Labi-Labi Wasile Utara.

“Jadi mau bilang sengketa atau bukan, kami pun belum bisa memastikan karena belum menelah secara khusus. Sehingga pada intinya harus mempertegas kepemilikan lahan tersebut,” katanya.

Harjon bilang, berdasarkan informasi yang diterima, DPLH akan kembali meninjau dilapangan, untuk mencari jalan keluarnya seperti apa.

Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Haltim, Beny Sutarman merasa binggung dengan status lahan. Sebab, bangunan sekolah sudah dibanguan jauh hari, sehingga ketika dimekar ke kabupaten maka pemerintah hanya menerima aset tersebut, dan tidak mengetahui hal-hal terkait dengan persoalan lahan.

“Saya juga bingung, karena lahan itu diberikan oleh orang-orang dulu. Nah, sekarang anak cucu menuntut kembali. Sementara bangunan yang dibangun itu sebelum pemekaran Haltim,” tandasnya. Seraya menambahkan, saat ini menunggu hasil dari tindaklanjut oleh DPLH dalam penyelesaian lahan tersebut.

 

 

 

Penulis : Ris

Editor   : Nano

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mediasi Karyawan – PT Dewa Agricoco Indonesia Dapat Titik Terang

5 Februari 2026 - 05:06 WIB

Kapolsek Gane Barat Hadiri Penanaman Perdana Jagung Hibrida Di Desa Moloku

5 Februari 2026 - 03:10 WIB

Kantor Kejari Halmahera Barat Mulai Retak, Kastel Alasan Gempa Bumi

4 Februari 2026 - 03:04 WIB

Realisasi Pajak 2025 Menjadi Sinyal Positif, Bapenda Halbar Optimis PAD 2026 Terjadi Peningkatan

21 Januari 2026 - 23:04 WIB

Komitmen Mendampingi Warga, Marsekal TNI Joko Sugeng Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Halmahera Barat

18 Januari 2026 - 11:47 WIB

Terkait Penjabat (Pj) Kades Wosi, Camat : Sementara Proses

16 Januari 2026 - 09:18 WIB

Trending di Pemerintahan