MABA, Opsinews.com – Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, hingga saat ini baru dilakukan pencairan pada triwulan I. Lambatnya penyaluran anggaran sebesar Rp 12,3 Miliar tersebut, lantaran pihak Sekolah lambat dalam memasukkan laporan pertanggungjawaban.
Kepala Dinas Pendidikan Haltim, Beny Sutarman mengatakan untuk dana Bosda pada tahun 2021 dianggarkan sebesar 12,3 Miliar dan baru dicairkan pada triwulan satu.
“Jadi, Bosda tahun 2021 sebesar Rp 12,3 Miliar tersebut baru dicairkan pada triwulan pertama,” ujar, Beni pada awak media. Kamis (7/10).
Beny bilang, meski saat ini sudah masuk triwulan berikutnya, akan tetapi sejauh ini para pihak sekolah baik TK, SD maupun SMP belum juga memasukan laporan triwulan pertama. Sementara untuk dilakukan pencairan triwulan dua dan tiga harus menyelesaikan laporan pada triwulan satu.
“Agar tidak menyalahi aturan maka harus menyelesaikan laporan triwulan satu baru bisa diajukan permintaan ke keuangan untuk dilakukan pencairan berikutnya,” ujarnya.
Dalam mempercepat laporan tersebut, lanjut Beny, dari pihak Dinas Pendidikan sendiri sudah melakukan pertemuan dengan seluruh kepala-kepala sekolah dan sudah disampaikan jika ada kendala maka sampaikan ke Dinas, sehingga ada tim verifikasi yang disiapkan dan dapat membantu melakukan pendampingan.
“Setelah pertemuan itu, sampai sekarang tidak satupun kepala sekolah yang menyampaikan kendala maupun hambatan terkait pelaporan triwulan satu,” ungkapnya.
Dirinya, juga merasa heran dengan laporan triwulan satu yang dinilai lambat. Sementara dana Bosda sudah lama diterima dan tersimpan di Dinas Keuangan sejak tahun 2010 hingga sampai saat ini, akan tetapi pelaporan pada triwulan satu tidak saja kunjung selesai.
Untuk itu, Beny beranggapan jika sampai akhir tahun ini tidak ada yang masukan laporan maka sudah pasti anggaran tersebut dikembalikan ke Daerah.
“Anggaran Bosda saat ini masih berada di keuangan, nanti ketika ada permintaan pencairan triwulan II baru dicairkan. Kalau tidak memasukan laporan sampai akhir tahun maka tidak jadi soal, karena sudah pasti dikembalikan ke Daerah,” tandasnya.
Beny berharap, kepada semua kepala-kepala sekolah agar segera memasukkan laporan pertanggungjawaban Bosda triwulan II, sehingga berikutnya bisa disalurkan.
“Karena sekolah butuh anggaran operasional, tapi kami Dinas juga tidak mau melanggar aturan,” tandasnya.
Penulis : Ris
Editor : Nano





















