Menu

Mode Gelap
Semarak FTJ 2023, BPKD Halbar Gelar Lomba Dayung Wakil Bupati Menyerahkan Uang Saku JCH Halbar Wakil Bupati Resmi Melepaskan 72 CJH Halbar Pekan Ini 72 Cjh Halbar di Berangkatkan Pemda Halbar MoU dengan BSSN. Sekda : Ini Upaya Transformasi Digital

Pemerintahan · 7 Okt 2021 08:11 WIB ·

Sekolah Tidak Memasukan LPJ, Dana Bos Dipastikan Kembalikan Ke Kas Daerah


 Sekolah Tidak Memasukan LPJ, Dana Bos Dipastikan Kembalikan Ke Kas Daerah Perbesar

MABA, Opsinews.com – Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, hingga saat ini baru dilakukan pencairan pada triwulan I. Lambatnya penyaluran anggaran sebesar Rp 12,3 Miliar tersebut, lantaran pihak Sekolah lambat dalam memasukkan laporan pertanggungjawaban.

Kepala Dinas Pendidikan Haltim, Beny Sutarman mengatakan untuk dana Bosda pada tahun 2021 dianggarkan sebesar 12,3 Miliar dan baru dicairkan pada triwulan satu.

“Jadi, Bosda tahun 2021 sebesar Rp 12,3 Miliar tersebut baru dicairkan pada triwulan pertama,” ujar, Beni pada awak media. Kamis (7/10).

Beny bilang, meski saat ini sudah masuk  triwulan berikutnya, akan tetapi sejauh ini para pihak sekolah baik TK, SD maupun SMP belum juga memasukan laporan triwulan pertama. Sementara untuk dilakukan pencairan triwulan dua dan tiga harus menyelesaikan laporan pada triwulan satu.

“Agar tidak menyalahi aturan maka harus menyelesaikan laporan triwulan satu baru bisa diajukan permintaan ke keuangan untuk dilakukan pencairan berikutnya,”  ujarnya.

Dalam mempercepat laporan tersebut, lanjut Beny, dari pihak Dinas Pendidikan sendiri sudah melakukan pertemuan dengan seluruh kepala-kepala sekolah dan sudah disampaikan jika ada kendala maka sampaikan ke Dinas, sehingga ada tim verifikasi yang disiapkan dan dapat membantu melakukan pendampingan.

“Setelah pertemuan itu, sampai sekarang tidak satupun kepala sekolah  yang menyampaikan kendala maupun hambatan terkait pelaporan triwulan satu,”  ungkapnya.

Dirinya, juga merasa heran dengan laporan triwulan satu yang dinilai lambat. Sementara dana Bosda sudah lama diterima dan tersimpan di Dinas Keuangan sejak tahun 2010 hingga sampai saat ini, akan tetapi pelaporan pada triwulan satu tidak saja kunjung selesai.

Untuk itu, Beny beranggapan jika sampai akhir tahun ini tidak ada yang masukan  laporan maka sudah pasti anggaran tersebut dikembalikan ke Daerah.

“Anggaran Bosda saat ini masih berada di keuangan, nanti ketika ada permintaan pencairan triwulan II baru dicairkan. Kalau tidak memasukan laporan sampai akhir tahun maka tidak jadi soal, karena sudah pasti dikembalikan ke Daerah,” tandasnya.

Beny berharap, kepada semua kepala-kepala sekolah agar segera memasukkan laporan pertanggungjawaban Bosda triwulan II, sehingga berikutnya bisa disalurkan.

“Karena sekolah butuh anggaran operasional, tapi kami Dinas juga tidak mau melanggar aturan,” tandasnya.

 

 

 

 

Penulis : Ris

Editor   : Nano

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sebanyak 19 Jama’ah Calon Haji (JCH) Halmahera Barat Resmi Diberangkatkan

28 April 2026 - 01:43 WIB

Direktur RSUD Jailolo “dr. Novi Drakel” Cuek Panggilan Pansus DPRD

27 April 2026 - 16:36 WIB

Argumen Penolakan Dinilai Abaikan Konstitusi, Sikap Aktivis Wayoli Disorot

24 April 2026 - 09:19 WIB

Dosa RSUD Jailolo Capai Puluhan Miliar

21 April 2026 - 14:16 WIB

Desakan Prematur, KNPI Halbar Nilai Tuduhan GPM Malut Tanpa Dasar & Berpotensi Fitnah

19 April 2026 - 14:41 WIB

Dugaan Ketidaktransparanan Anggaran, Kejati Maluku Utara Diminta Periksa Direktur RSUD Jailolo

16 April 2026 - 13:43 WIB

Trending di Pemerintahan