Menu

Mode Gelap
Semarak FTJ 2023, BPKD Halbar Gelar Lomba Dayung Wakil Bupati Menyerahkan Uang Saku JCH Halbar Wakil Bupati Resmi Melepaskan 72 CJH Halbar Pekan Ini 72 Cjh Halbar di Berangkatkan Pemda Halbar MoU dengan BSSN. Sekda : Ini Upaya Transformasi Digital

Pemerintahan · 14 Jun 2023 09:19 WIB ·

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Alkairat Tak Dapat Perhatian Pemda Halbar


 Siswa Madrasah Ibtidaiyah Alkairat Tak Dapat Perhatian Pemda Halbar Perbesar

JAILOLO, Opsinews.com – Minimnya sarana dan prasarana pendidikan memaksa puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah Alkairat yang terletak di Desa Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara harus belajar di rumah warga.

Idwar Ishak, selaku kepala sekolah mengatakan, akibat tidak memiliki fasilitas gedung sekolah permanen selama 15 tahun sejak 2009, pihak sekolah terpaksa harus mengalihkan sejumlah siswa mereka untuk belajar di rumah milik warga berdinding papan.

“Sampai sekarang kami punya gedung masih sistem pinjam, sehingga kami harus gunakan 1 rumah warga ini. Kita gunakan dari 2018 rumah ini menjadi dua ruangan belajar,” kata Idwar, Rabu (14/06).

Tidak hanya gedung, namun rumah warga yang dijadikan ruangan kelas belajar para siswa tidak dilengkapi dengan meja dan kursi layaknya sekolah pada umumnya. Para siswa harus belajar di lantai untuk mengikuti mata pelajaran yang diberikan para guru saat jam belajar berlangsung.

“Kondisi yang ada siswa yang belajar di rumah warga ini belajar dengan sistem melantai ini sangat memprihatinkan bagi siswa karena mereka belajar kurang nyaman,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, untuk memenuhi kenyamanan belajar para siswa para guru harus mengambil langkah inisiatif membuat meja belajar para siswa namun hanya baru dapat dipenuhi untuk meja melantai.

“Inisiatif para guru ini juga tidak semua kita buat, lantaran kita sesuaikan dengan siswa dan juga sesuaikan anggaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) kami untuk kelas 1 dan 2. Kita buatkan meja melantai saja dan sistem belajar melantai ini dari 2018 sampai sekarang,” ujarnya.

Selain tidak memiliki gedung, dia juga mengatakan bahwa, sekolah juga hanya memperoleh dua guru PNS ditambah lima tenaga guru bantu sehingga sangat berdampak pada proses belajar mengajar di kelas.

“Kaitan dengan guru memang tidak cukup sehingga sistem guru kelas, harus membawahi semua mata pelajaran yang delapan mata pelajaran umum, dan lima mata pelajaran agama. Untuk guru di luar PNS kita biayai dengan dana BOS. Harapan kami pemerintah bisa melihat dan membagun fasilitas sekolah kami sesuai dengan standar pendidikan,”jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Main Caplok, Semaindo Nilai Plt Kadis Perindagkop di Duga Buat Kegaduhan

5 Desember 2025 - 13:04 WIB

Aktivitas Pertambangan PT. GTS Membuat Dua Sungai Di Obi Selatan Berubah Warna

5 Desember 2025 - 08:39 WIB

BPD, Perangkat Desa Dan Masyarakat Gelar Pengusulan Pemberhentian Kepala Desa Tagea

1 Desember 2025 - 22:59 WIB

Astaga, Mobil Desa Tagea Dialihfungsikan Bongkar Muat

22 November 2025 - 11:50 WIB

Pangkalan Ghifael Tri Putra Salurkan Mita Bersubsidi Berdasarkan SK Bupati

20 November 2025 - 11:24 WIB

DBD 2025 Gaib, Bupati Halmahera Barat Pelihara Kucing Dalam Karong

18 November 2025 - 02:46 WIB

Trending di Pemerintahan