Menu

Mode Gelap
Semarak FTJ 2023, BPKD Halbar Gelar Lomba Dayung Wakil Bupati Menyerahkan Uang Saku JCH Halbar Wakil Bupati Resmi Melepaskan 72 CJH Halbar Pekan Ini 72 Cjh Halbar di Berangkatkan Pemda Halbar MoU dengan BSSN. Sekda : Ini Upaya Transformasi Digital

Pemerintahan · 11 Jul 2023 01:16 WIB ·

Pemda Halbar Target Penurunan Stunting Pada Tahun 2024


 Pemda Halbar Target Penurunan Stunting Pada Tahun 2024 Perbesar

JAILOLO, Opsinews.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menaruh target penurunan angka stunting pada tahun 2024 sesuai dengan target pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhammad dalam sambutannya di kegiatan Rembuk Stunting Zona 1 Kecamatan Jailolo, Sahu dan Sahu Timur, Senin (10/7).

Djufri mengatakan, pemerintah pusat telah menargetkan penurunan stunting 14 persen di tahun 2024, dan target pembangunan berkelanjutan di tahun 2030 berdasarkan capaian 14 persen.

Sebab itu, penanganan stunting di Kabupaten Halmahera Barat pada 2024 nantinya masih perlu mendapatkan perhatian yang serius, baik asupan nutrisi ibu hamil dan anak menyusui.

“Hal ini (stunting) terjadi akibat kurangnya pelayanan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan di Posyandu atau pelayanan lainnya guna memantau pengembangan ibu hamil dan anak 1.000 hari pertama kehidupan,” kata Djufri.

Djufri bilang, sebagaimana diketahui 1.000 hari pertama kehidupan anak sangat sensitif. Makanya, sangat penting dibutuhkan perhatian khusus untuk pemenuhan gizi anak.

Rembuk stunting yang dilaksanakan hari ini, kata dia, merupakan langka penting untuk rencana kegiatan penurunan stunting.

Harapannya, organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah desa dapat menyepakati komitmen intervensi dan integrasi penurunan stunting.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Kabupaten Halmahera Barat Julius Marau mengatakan, melalui rembuk stunting tingkat kecamatan ini pihaknya mendapat banyak masukan dari stakeholder terkait yang selama ini turut serta menangani masalah stunting.

“Di antaranya pihak kecamatan, puskesmas, koramil dan polsek, kemudian dari masukan itu mana yang harus dikerja-samakan, misalnya di TNI punya program nanti dilihat mana yang diprogramkan,” jelas dia.

Melalui kegiatan ini, pihaknya pun dapat mengetahui persoalan-persoalan stunting. Sehingga, ada langkah yang dapat dilaksanakan jika adanya sinergitas sejumlah pihak terkait.

“Maka hari ini kita rembuk untuk berkerjasama bisa melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk kedepan bisa menurunkan angka stunting 14 persen,” kata dia.

Untuk penanganan stunting, tambah dia, sudah dibentuk pula Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa.

“Nah, kami harapkan baik di desa maupun kecamatan bisa lebih proaktif berkreasi dan melahirkan program-program kegiatan lebih aktif untuk penanganan stunting,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Buruknya Pengelolaan Anggaran Dan Kebijakan Keuangan RSUD Jailolo Mulai Terungkap

18 Mei 2026 - 12:50 WIB

Langkah Preventif, Dinas Kesehatan Bersama Yonif 732/Banau Melakukan Surveilans Migrasi, Screening Malaria & CKG

18 Mei 2026 - 06:14 WIB

Sering Terjadi, Kali Ini 3 Mesin Speed Boat Milik Puskesmas Saketa Dicuri

17 Mei 2026 - 23:45 WIB

SIDAK.! Pansus DPRD Halmahera Barat Temukan Sejumlah Masalah di RSUD Jailolo

13 Mei 2026 - 09:47 WIB

Tim SAR Brimob Polda Maluku Utara Melakukan Evakuasi Pendaki Gunung Dukono

9 Mei 2026 - 02:36 WIB

Terapkan Aplikasi Baru, BKAD Halbar Gelar Bimbingan Teknis

7 Mei 2026 - 05:50 WIB

Trending di Pemerintahan