TERNATE, Opsinews.com – Merespon usulan biaya operasional Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Ternate sebesar Rp 4,2 miliar, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate menyatakan pengusulan ini agar dialokasikan sebelum mendahului Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi lll Nurlaela Syarif usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinkes di Kantor DPRD.
“Komisi bakal menyampaikan usulan ini ke pimpinan DPRD, sebab ini terjadi adanya transisi kebijakan dari mantan Wali Kota, Burhan Abdurahman ke Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, sehingga harus disamakan persepsi,” kata Nurlaela kepada wartawan di ruang fraksi, Kamis (10/6).
Dirinya menyatakan bahwa kita mau samakan persepsi, bagaimana pemerintahan Tauhid terhadap rumah sakit daerah. Kami juga sepakat karena sangat urgen, kemudian ini pelayanan mendasar dan wajib melakukan pelayanan ke warga masyarakat. Bahkan ini dilakukan program prioritas dan program unggulan yang harus direalisasikan. Kota Ternate sangat membutuhkan rumah sakit daerah dalam memenuhi urusan wajib pemerintahan, yakni urusan dasar masyarakat yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Tidak hanya itu, potensi PAD mulai BPJS Kota Ternate penyumbang terbesar di provinsi dan kalau kita punya rumah sakit tata kelola ke BLUD dan menjadi potensi daerah yang baik,” ujarnya.
Kalau biaya operasional tidak dipenuhi, jelas rumah sakit daerah tidak bisa beroperasional.
Reporter : Pales
Editor : Nano





















