Menu

Mode Gelap
Semarak FTJ 2023, BPKD Halbar Gelar Lomba Dayung Wakil Bupati Menyerahkan Uang Saku JCH Halbar Wakil Bupati Resmi Melepaskan 72 CJH Halbar Pekan Ini 72 Cjh Halbar di Berangkatkan Pemda Halbar MoU dengan BSSN. Sekda : Ini Upaya Transformasi Digital

Pemerintahan · 5 Jun 2024 08:41 WIB ·

BNPB Melakukan Pemetaan Aliran Sungai dengan Pesawat Tanpa Awak


 BNPB Melakukan Pemetaan Aliran Sungai dengan Pesawat Tanpa Awak Perbesar

OpsiNews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data Informasi Kebencanaan (Pusdatinkom), Direktorat Pemetaan Risiko Bencana dan Direktorat Mitigasi melakukan pemetaan berbasis pesawat nirawak (Drone). Pemetaan ini untuk memonitor wilayah permukiman penduduk, jalur aliran sungai dan kondisi debris flow atau lelehan material lahar yang keluar dari rangkaian aktivitas Erupsi Gunung Api Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, Selasa (4/6).

Giat pemetaan itu merupakan arahan langsung Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., yang diinstruksikan melalui Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Erupsi Gunungapi Ibu pada Jumat (31/5).

Melalui Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, dalam instruksi itu, untuk melakukan memitigasi adanya potensi bencana sekunder dari erupsi Gunung Api Ibu. Sebab, Material lahar yang dimuntahkan Gunung Api Ibu selama erupsi dan kemudian terjadi penumpukan dapat menjadi ancaman bencana sekunder berupa banjir bandang lahar jika diabaikan.

“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan terkonsentrasi di wilayah puncak gunung hingga hulu-hulu sungai dalam durasi yang cukup lama, maka potensi terjadinya bencana sekunder itu juga semakin besar,”kata, dia.

Ia meminta agar seluruh pihak baik dari lintas Kementerian/Lembaga termasuk Pemerintah Daerah Maluku Utara dan tentunya Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa bersinergi dalam upaya mengurangi dampak risiko bencana.

“Kami tidak ingin kejadian banjir lahar dingin seperti di Sumatera Barat yang telah menelan korban sebanyak 62 jiwa dan 10 lainnya dinyatakan hilang tidak terjadi di Halmahera Barat,”tuturnya.

Oleh karena itu, Kepala BNPB melalui Abdul Muhari ini, menyampaikan dengan tegas, bahwa perlu dilakukan upaya-upaya mitigasi dan kesiapsiagaan yang diawali dengan studi lapangan dan kajian yang komprehensif, salah satunya adalah dengan memetakan besaran material lahar, jalur hulu-hilir sungai, permukiman warga di lereng gunung, hingga kondisi kawah puncak utama.

“Kalau memang betul ada penumpukan material sisa erupsi ini bisa segera diturunkan karena itu berbahaya. Jika terjadi hujan yang luar biasa maka bisa terjadi banjir bandang, tambahnya.

Pada pemetaan tahap pertama kata Dia, tim menyisir wilayah Utara-Barat Laut Gunung Api Ibu dan berkonsentrasi di Desa Duono. Sebab, desa tersebut dilewati jalur hulu sungai yang nantinya bermuara di wilayah pesisir barat.

“Misi pesawat drone ini dilakukan untuk melihat kondisi vegetasi dan jalur sungai yang mengarah ke wilayah hilir dan melewati beberapa permukiman warga,”tegasnya.

Dirinya juga menambahkan, bahwa misi tersebut juga dilakukan di desa Togoreba Tua dan desa Naga di Wilayah Ibu Utara dan Ibu Tengah.(red)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Halbar Religius.! Pemda Halbar Membagikan 300 Paket Sembako

9 Maret 2026 - 15:00 WIB

Bertempat di 3 Lokasi, GOW Halbar Melakukan Pembagian Takjil

9 Maret 2026 - 14:50 WIB

DPRD Halmahera Barat Gelar Paripurna Hari Jadi Halbar ke-23 Tahun

4 Maret 2026 - 11:50 WIB

Abaikan Aturan, Masyarakat Desa Moiso Ancam Boikot Kantor Desa

4 Maret 2026 - 04:47 WIB

Mediasi Karyawan – PT Dewa Agricoco Indonesia Dapat Titik Terang

5 Februari 2026 - 05:06 WIB

Kapolsek Gane Barat Hadiri Penanaman Perdana Jagung Hibrida Di Desa Moloku

5 Februari 2026 - 03:10 WIB

Trending di Pemerintahan